Senin, 02 Maret 2015

Damar Kurung Dalam Penelitian JASETers (Sebuah Lentera Dari Gresik Untuk Indonesia)


Bissmillahirrohmanirrohim
Artikel ini telah diteliti, dikembangkan oleh TIM Lembaga Survei Indie JASETers JAZITiyah.

[ Download Artikel Ini Format PDF ]

Lampion China

Damar Kurung adalah suatu karya seni berupa lentera atau di masyarakat lebih dikenal dengan nama Lampion yang dapat dikatakan Sebagai Lampion Indonesia, Kenapa di katakan Lampion Indonesia? Di karenakan didunia hanya beberapa Negara saja yang memiliki tradisi, bentuk yang khas dari sebuah lentera sendiri seperti China, Jepang dan Indonesia.
Sangkar Burung kicauan

Dari segi Bahasa, Damar berarti Lampu yang mengeluarkan cahaya dari api kecil. sedangkan Kurung diartikan seperti tempat hewan tinggal yang lebih menuju ke Kandang atau sangkar burung buatan manusia dengan peletakan dengan cara di gantung. Arti keseluruhan Damar Kurung adalah Sebuah Lentera dengan bentuk kurung-an dengan cara di gantung.


Cahaya Damar kurung
SEJARAH

Sampai saat ini tidak ada yang tahu kapan Damar Kurung dibuat. Menurut Pengamatan Jaseters Damar kurung merupakan metamorphosis dari Wayang beber. Sebuah pertunjukan yang menceritakan lukisan diatas kertas dengan panjang hingga 6 Meter yang diterangi oleh sebuah lampu Damar pada balik kertas. 
Wayang beber mulai ditinggalkan karena lebih menarik dengan wayang kulit yang di ciptakan oleh Sunan Kalijaga. Sedangkan oleh sunan Giri Gresik dikembangkan menjadi Wayang Kancil, sebuah wayang kulit dengan bentuk lucu yang memang ditujukan untuk anak kecil.
Wayang Beber Moderen

 Beberapa seniman beranggapan bahwa Damar kurung sudah ada saat abad 16 meskipun angka ini tidak pasti. Karena mengingat lukisan pada Damar kurung dikatakan lebih condong ke gaya lukis era Sunan Prapen yang masih menggunakan gaya lukis 2 dimensi dari serat babad Sindujoyo. 

Namun apabila diamati dari lukisan damar kurung lebih condong pada relief lukisan pada dinding piramida, Mesir. Terlebih pada alur cerita atau pembacaan gambar yang dilakukan secara berlanjutan, bila di Indoensia sendiri lebih mirip dengan motif kain batik dan kain tenun dari sasak nusa tenggara dan lombok. Padahal gambar jenis 3 dimensi mungkin saja bisa di lukiskan pada damar kurung.
Relief 2 dimensi pada Piramida, Mesir

Mbah Masmundari adalah orang yang dikenal sangat berjasa dan peduli terhadap Damar Kurung, para sespuh dari desa Lumpur menyebut dengan nama Mbah Ndari. Banyak pernyataan bahwa Mbah Ndari adalah pencipta dari Damar Kurung itu sendiri, karena apabila memang Damar kurung sudah ada selama ratusan tahun, sudah pasti banyak perajin Damar Kurung pada kalangan Sesepuh.Sselain itu tidak adanya catatan kronik dari China ataupun catatan perjalanan tentang tradisi dari Belanda, Inggris maupun Jepang.

MBah Masmundari sedang Melukis
Mbah Ndari Melukis damar Kurung sejak bertempat tinggal di desa Lumpur dan di jual pada bulan-bulan tertentu,  terutama bulan ramdhan di sekitar trotoar pasar Gresik. Kebanyakan pembeli adalah anak kecil pada masa itu, atau anak yang minta kepada orang tuanya untuk dibelikan damar kurung. Hal itu dikarenakan lukisan Mbah Ndari lebih bersahabat dengan mata anak kecil.

Damar kurung oleh anak kecil kala itu ditujukan sebagi sebagai symbol kepunyaan untuk pamer ke teman- temannya. Bukan anak Gresik kalau tidak ada damar kurung di teras rumah, hal tersebut juga untuk menghindari sebuah ejekan atau intimidasi berlanjut apabila tidak memiliki. Anak Gresik disini di maksud adalah anak yang berada di Kecamatan Gresik karena tradisi damar kurung tidak berlaku di beberapa kecamatan Gresik lainnya.

Hingga saatnya Mbah Ndari pindah ke desa pojok mengikuti anaknya, karena mengingat usia yang sangat sepuh tidak mungkin untuk tinggal sendiri. Namun kegiatan mbah Ndari tidak berhenti seperti yang dilakukannya di desa Lumpur. Hingga puncaknya pada kepimpinan Bupati Robach Ma’sum digelarnya Pameran Lukisan damar kurung untuk Mbah Ndari.

Dapat dikatakan Lumpur sebagai Gudangnya seni, karena Damar kurung merupakan seni tradisi berupa seni rupa dari desa Lumpur selain kesenian tari Pencak Macan, dan tradisi membaca macapat.


LENTERA DAMAR KURUNG DENGAN LAMPION NEGARA LAIN

Banyak yang beranggapan Damar kurung, mengadaptasi dari Lampion China yang berbentuk bundar dengan warna merah cerah. Padahal Bentuk Damar kurung sendiri lebih mirip dengan Lentera dari Negara Jepang, yang lebih dikenal dengan Nama Toro yang berarti Lentera dengan kerangka yang ditutup oleh kertas putih polos yang di isi sebuah lilin.
Lentera Jepang

Jepang memiliki dua bentuk lentera yang khas, diantaranya bentuk Lonjong yang masih mengadaptasi dari Lentera China yang masih menggunakan komponen bamfbu dan bentuk kubus yang bernama Andon yang dikatakan sebagai lentera asli jepang yang menggunakan komponen kayu. Hingga desain dari lampu moderen pun berbentuk kubus dan wajib di miliki setiap rumah atau apartemen hingga lampu taman di seluruh jepang di kelilingi sebuah penutup berbentuk kubus.
 
Lampu Moderen yang mengusung bentuk Lentera Tradisional
 Di Jepang Lentera kubus ini di letakan khusus di dalam suatu ruangan pada penginapan atau rumah tradisional maupun kastil kerajaan yang masih terjaga, dengan cara di gantung dengan tali pengait dan lainnya di letakan pada lantai dengan adanya sebuah pegangan untuk di genggam seperi rantang. Lentera kubus ini juga sering dimunculkan pada serial film komik manga, kartun Anime, Drama, maupun film Movie Jepang.


Lentera Jepang dalam SInetron XXX Holic Spiritual
Diantaranya berjudul manga Nisekoi, Anime Oda Nobuna, Anime Tokyo Ghoul, Anime non non biyori, Anime Usagi Duropu, Anime Akame Ga kill saat di Kota Lentera Merah, Anime Oreimo, Anime Shinmai Maou no Testament, Dorama xxx Holic, Dorama Tokyo Zenryoko Shoujo, Dorama Kasuka na Kanojo, Movie Reruni Kenshin, Movie Samurai Neko dan masih banyak lagi, karena lantera kubus ini juga dimaksudkan sebagai identitas warga Jepang.
Lentera Tradisional di dalam Kastil era zaman Sengoku
Sedangkan apabila peletakan di luar rumah ialah untuk kegiatan Berdasarkan pada ajaran Budha, Tradisi seperti Toro Nagashi yang berarti lentera yang mengalir yang merupakan rangkaian dari tradisi Obon (bacanya: Obong) pada tiap bulan Agustus tradisi ini tidak jauh beda dengan tradisi Megengan oleh orang Jawa menjelang puasa maupun tradisi Ceng-Beng oleh orang Tionghoa pada bulan april yang bertujuann nyekar atau memberikan doa kepada leluhur.
Tradisi Toro Nagashi

Sebuah tradisi di jepang yang mengapungkan lentera berbentuk kubus yang di lukis dan di beri tulisan pada sekeliling Chocin (kertas) untuk memberi pesan kepada orang-orang yang telah meninggal atau harapan dari penulis sebelum dihanyutkan ke sungai. 
Lentera Jepang dengan tulisan dan lukisan pada tradisi

Tradisi ini bertujuan pada keyakinan bahwa lentera yang dialirkan ke sungai dapat memandu roh-roh orang yang telah meninggal kembali ke dunia lain. Orang Jepang juga percaya bahwa dahulu manusia berasal dari air, sehingga lentera-lentera tersebut merepresentasikan tubuh orang-orang yang telah meninggal untuk kembali ke air.
Lentera yang di gantung pada Tradisi Obon

Namun lentera berbentuk lonjong yang biasa nampak pada kedai atau restoran jepang juga digantungkan di depan kuil dalam tradisi tersebut, bertujuan untuk mengantar para arwah pulang ke makamnya masing-masing. Kuil-kuil di hari festival Obon, akan penuh dengan lentera, yang digantungkan oleh para keluarga yang masih hidup. Wangi kemenyan akan merebak di sekitar kuil, seiring dengan banyaknya lentera yang tegantung.
Tejikara Matsuri

Selain Tradisi Toro Nagashi dan Obon, Jepang memiliki Festival Ano Tejikara Matsuri yang dilakukan juga pada Agustus, lebih tepatnya festival ini di sebut Gohei Andon. Sebuah Festival dengan menggantung beberapa Lentera kubus hingga membentuk formasi segitiga pada ketinggian 20 meter. Pada puncaknya, gemerlap dari lentera kubus dengan di nyalakannya Hanabi (Kembang Api) yang indah.
Lukisan Tentang Lentera Jepang pada periode 1800an

Bentuk Damar Kurung mengadaptasi bentuk dari lentera Jepang pada era penjajahan. Yang sebelumnya juga dilakukan oleh warga Jepang yang mengadaptasi Lampion China saat Biksu melakukan penyabaran agama Budha di Jepang, namun sebenarnya dari sejarah Lentera Jepang, Lentera Jepang mendapat Pengaruh dari Lentera India dari para Biksu Budha dimana Agama tersebut berasal. Hal ini Karena warga Jepang dan Gresik di akui oleh dunia sebagai The Genius People, yang berarti masyaratnya menerima budaya luar dan mampu meramu menjadi budaya lokal daerah itu sendiri.

Bahkan perkembangannya dari Andon sendiri menjadi sebuah identitas pedagang pada malam hari yang biasa kita kenal dengan nama Neon Box. Neon Box di Jepang sendiri memadatai tiap toko, tiap jalan, tiap gedung di seluruh kota-kota kecil maupun besar di Jepang


MAKNA DAN TUJUAN

Leluhur kita sering menyampaikan sebuah pesan kepada keturunannya dengan cara tidak langsung atau lebih tepatnya Tata Sandi yang saat ini masih di pelajari pada ilmu Pramuka, dimana kita harus mencari dan menggali untuk mengerti dan memahami apa yang telah di tinggalkannya.

Lukisan damar kurung tentang arti jual beli
Dilihat dari bentuk, tujuan dan makna damar kurung adalah memberikan sebuah contoh hidup yang baik kepada manusia yang masih hidup, terutama anak kecil. Untuk menerangi kehidupan manusia tersebut. Berbeda dengan lentera  Nihon Toro Nagashi yang ditujukan kepada orang yang sudah meninggal untuk menerangi jalan menuju surga.

Gambar dari lukisan damar kurung selalu menggambarkan sebuah kegiatan sehari-hari warga Gresik seperti pekerjaan petani, nelayan, Kegiatan kemerdekaan dengan lomba,  Kegiatan agamis islam seperti sholat dan ceramah, lelang bandeng, permainan anak kecil bermain laying-layang, tari- menari, hingga gambar kendaraan mobil, bus, pesawat, becak, mobil, andong yang dimana seluruhnya menceritakan suatu kegembiraan yang tulus.

Damar kurung yang menceritakan semangat Gresik melawan penjajahan atas Sampang
Hingga saat ini, belum ditemukan gambar Damar Kurung yang menceritakan kesedihan maupun hal buruk, seperti bencana tawuran antar pelajar, minum-minuman keras, berjudi. Karena memang damar kurung diciptakan untuk bertujuan positif bukan negative.


BENTUK FISIK

Damar kurung memiliki tiga komponen material, yang pertama adalah sebuah rangka berbentuk Kubus yang lebih mirip dengan tempat burung berdesain minimalis yang biasanya untuk burung jenis kicau.
kerangka damar kurung

 Dalam tradisi jawa, hanya mengenal  memelihara burung sejenis penyeimbang spiritual seperti perkutut, derkuku dimana bentuk dari kandang burung ini berbentuk lingkaran dengan desain klasik khas keraton. Sedangkan trend menggunakan sangkar burung berbentuk kubus dimulai saat masa orde lama sebagai tempat burung kicau.
lukisan khas damar kurung

kedua adalah lampu dop berwarna kuning, dan ketiga adalah  komponen yang utama merupakan sebuah kertas untuk menutupi kerangka dengan gambar lukisan 2 dimensi yang menceritakan sebuah kehidupan manusia sehari-hari, festival, maupun kegiatan islam.


RANGKA LENTERA YANG KHAS

Selain yang disebutkan diatas, Rangka damar kurung memiliki bentuk yang khas. Hal ini adalah sebagai pembeda dengan yang lain. Lentera jepang memiliki bentuk kubus, lentera di daerah Surakarta juga memiliki bentuk kubus bahkan lentera berukuran besar dengan lambang abdi dalem keraton kartasura di arak di jalan raya, bahkan di Yogyakarta lentera memiliki bentuk kubus.

Lalu apa yang khas dari damar kurung selain Lukisan? Pada ujung kanan kiri atas rangka damar kurung terdapat hiasan berbentuk segitaga siku yang runcing, hal itu mendapat pengaruh dari hiasan gapura-gapura minimalis di Gresik yang merupakan metamorphosis dari relief candi bentar.
Hiasan pada ujung gapura sunan Giri

Gapura-gapura seperti ini juga dapat ditemukan di luar Gresik seperti Surabaya, Lamongan, Sidoarjo, Mojokerto, Ponorogo, Sampang dan kota lainnya di awa timur, Serta gapura tradisional hindu di Bali maupun gapura dari pura atau rumah orang hindu Bali yang berada di perantauan dengan motif kala pada hiasan ujung gapura tersebut yang mendapat pengaruh dari candi Majapahit.

Namun ada yang menyebutkan bahwa hiasan segita pada tiap ujung membentuk huruf  M. Huruf M sendiri berarti Masmundari maupun nama keluarga yang tidak sengaja memang berawalan M.


PAKEM GAMBAR PADA DAMAR KURUNG

Damar kurung memiliki pakem khusus untuk gambar, hal tersebut untuk mempertahankan tradisi yang saat ini masih terjaga. Pakem tersebut seperti :
-          Gambar dari segi mahluk hidup, benda, bangunan dan sebagainya harus berbentuk 2 dimensi.
-          Harus menggunakan warna cerah untuk mengisi kekosongan, seperti warna pakem : merah cerah, hijau, Biru, kuning, jingga ungu. Dapat dikatakan sebagai warna pelangi Mejikuhibiniu yang cerah sebagai pewarnaan damar kurung yang sebagai warna favorit anak kecil.
-          Untuk manusia apabila berada di dalam ruangan, harus menggunakan “tanda gambar” pada manusia tersebut seperti korden, terop atau bisa di gambar seluruh atap juga kubah untuk masjid. Sedangkan untuk manusia yang melakukan kegiatan di luar ruangan, harus ditambahkan tanaman seperti pohon yang hijau atau pohon kelapa.
-          Mimik wajah yang ceria pada objek.


PERKEMBANGAN DAMAR KURUNG
Lukisan Damar kurung diatas Kanvas

Saat ini Damar kurung tidak hanya sebagai penghias rumah saja, kini Damar kurung juga digunakan sebagai buah tangan khas Gresik. Selain itu sebagai penghias taman kota yang telah lama dibuat. Bahkan saat ini di era kepimpinan bupati Sambari, seluruh lampu taman kota terutama di alon-alon yang awalnya berbentuk bundar kini dirubah dengan desain damar kurung yang terbuat dari aklirik.
Damar kurung ruksasa yang ada di taman

Bahkan lukisan Damar Kurung juga sebagai sebuah lukisan diatas kanvas yang berukuran besar, bahkan hampir tiap instasi pemerintah memiliki lukisan damar kurung yang selalu terpajang di dalam ruangan. Selain itu terdapat juga batik dengan motif Damar kurung, meski tergolong batik pendatang dan lebih mirip dengan motif batik jawa yang berada di nusa tenggara dan lombok, namun peminatnya kini sangat banyak.
Lampu taman yang mengadopsi sebagai lampu taman kota


Bahkan saat ini berbagai bangunan di Gresik turut mengadopsi bentuk damar kurung sebagai arsitekturnya. yang saat ini dikembangkan menjadi stadion sepak bola bertaraf internasional di bukit Lengis


FESTIVAL DAMAR KURUNG (INDONESIA TRULY LATERN FESTIVAL)

Kalau di Jepang terdapat festival Obon dan Toro Nagashi, Di Gresik pun terdapat sebuah event yang digagas oleh pemuda kreatif Gresik bernama Festival Damar Kurang. Festival ini merupakan event yang dilakukan pada malam hari, tiap setahun sekali tepatnya pada bulan ramadhan dalam penanggalan kalender islam. Hal itu ditujukan untuk menghormati Jasa Masmundari yang selalu memajang karyanya pada bulan puasa.
Ribuan Lampion menghiasi Jalanan

Dimulai sejak tahun festival ini berrtempatkan pada seluruh jalan Jaksa Agung Suprapto, Damar kurung menghiasi jalan raya yang di padati oleh pengunjung dan acara terpusatkan pada halaman Gedung Wahana Ekspresi poesponegoro.
Pembuatan Damar kurung oleh pengunjung

Pengunjung selain mendaptakan pemandangan cerahnya lampu damar kurung, juga diadakanya kegiatan membuat Damar kurung Raksasa yang dilakukan sepanjang jalan raya, pengunjung di persihlakan untuk berpartisipasi untuk melukis damar kurung raksasa terseburt.


REKOR MURI TENTANG DAMAR KURUNG

Memperingati HUT ke-26 Universitas Muhammadiyah Gresik, dibuatlah Damar kurung dengan ukuran 4 x 5 x 5 meter, dari kayu dan kanvas transparan. Damar kurung ini merupakan jenis lampion terbesar yang pernah ada di buat dari jenis berbagai lampion.

Damar Kurung tercatat pada Dunia Rekor Muri Indonesia dengan nomor urut rerkor ke 3434 pada tanggal 24 Oktober 2008 yang di lakukan di kota Gresik.

Sebelumnya Rekor Muri Mencatat Larungan Damar kurung terbanyak di kota Kediri pada tahun 2007. Namun sebenarnya bukanlah damar kurung Gresik, melainkan hanya sebuah lampion dan Balon udara.

Tetapi Jaseters lebih berpendapat bahwa damar kurung terbesar masih dapat di lihat pada taman kota. satu titik pada perempatan jalan Sentolang dari arah surabaya dan kedua pada titik jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo sebelum menuu ke Masjid Agung Gresik.





SIHIR YANG TERCIPTA PADA DAMAR KURUNG

Menurut pendapat orang yang baru melihat Damar kurung adalah, sangat indah, bagus sekali hingga membuat orang penasaran dan mendekati damar Kurung untuk melihat lebih dekat meskipun saat melihat dari jarak yang dekat hanya sebuah coretan sederhana. Hal ini tidaklah tabu pada tradisi orang Jawa, yaitu membuat hati seseorang tertarik dan penasaran meskipun sudah berulang kali melihat dan selalu ingin melihat lagi.
Dalam dunia Psikologi, hal ini dikarenakan sugesti diri apa yang dilihatnya kuranglah 100%. Manusia memiliki sifar rasa penasaran yang lebih, apabila rasa penasaran ini tidak terpecahkan akan mengganjal pada fikiran orang terebut.
Hiasan wuwungan pada atap rumah joglo

Sebagai contoh adalah hiasan pada atap rumah joglo (Wuwungan) berbentuk ayam jago, apabila baru pertama kali hal ini akan membuat dirinya bertanya-tanya “Kenapa ayamnya tidak turun-turun dari atap?”. Contoh lain adalah seseorang yang melihat suatu gerumunan orang yang sedang melihat reyog, saat pertama kali akan menimbulkan rasa penasaran dari segi music maupun suatu benda raksasa yang bergerak kesana-kemari yang tertutupi oleh para penonton. Dalam hal ini seorang tersebut mengalami penasaran 50%, untuk sisanya seorang tersebut harus melihat secarang langsung apa yang terjdi.
Sihir yang tercipta pada hati diri sendiri

Lalu setelah melihat, kenapa ingin melihat lagi?
Hal itu dikarenakan objek yang dilihatnya adalah suatu objek yang mencolok dalam pandangan mata atau Show Balance, dimana apabila melihat benda lain terdapat dari bentuk dari damar kurung, secara langsung mata akan tidak melewati sosok dari objek damar kurung tersebut. Logikanya seperti melihat orang yang memakai kaos putih yang berada diantara puluhan orang yang memakai kaos hitam, meskipun hanya satu hal ini akan menjadi tujuan mata.


FENOMENA DAN KONTROVERSI

Pasa saat masih hidupnya sang Maestro Damar kurung, Mbah Ndari. Banyak kalangan yang tidak tahu-menahu akan siapa Mbah Ndari. Namun setelah sepeninggalannya banyak kalangan yang menunjukan kepedulian terhadap mbah Ndari, Sebagaian besar menyatakan bahwa Mbah Ndari tidak mendapatkan apa-apa dalam karyanya, hanyalah sebuah kepuasan berkarya. “Wong-wong saiki nguntungno dewek nang maksute, sakjane biyen mbah Ndari iku gak oleh opo-opo gak jaluk opo-opo, Son tuek ene iki pas cilik takok-takok damar kurunge, mbah ndari iku dewe senenge gak ilok

Selama ini peletakan Damar Kurung berada di rumah-rumah warga dan gapura. Damar kurung yang menceritakan sebuah hal-hal indah dan kegiatan yang menyenangkan baahkan kegiatan islam seperti Gambar Takbiran menjelang hari raya idul Fitri, saling bersalaman dan memaafkan dan gambar sekelompok orang sholat sekali pun.

Di mana pun tempatnya tidak pernah ada Damar kurung yang menghiasi sebuah Masjid di Gresik. Banyak seniman yang sebagain besar perupa menyayangkan akan hal ini, karena sebagain damar kurung justru menghiasi gedung Gereja. Dugaan sementara karena Islam melarang dan mengharamkan adanya kegiatan, menciptakan sebuah Gambar mahluk hidup bernyawa delam bentuk jenis apapun, terlebih lagi memajangnya untuk dipamerkan.

Adapun suatu gambar yang diperuntukan anak kecil untuk memberikan wawasan, menyenangkan dan memberi manfaat adalah hukumnya mubah, namun apabila sudah tidak memiliki manfaat dan hanya sebatas kesenangan saja harus dimusnahkan. Seperti yang di sebutkan diawal, Damar kurung peminatnya adalah anak-anak kecil dan mungkin saja memang untuk ditujukan anak kecil, sedangkan orang dewasa zaman itu,  masa bodoh untuk Damar kurung ini.


HARAPAN KEDEPAN

Ini hanya sebuah harapan kecil untuk nasib sang penerang kehidupan. Damar Kurung mampu sebagai muatan lokal dan bersifat wajib untuk mempelajari dan membuat damar kurung. Selain itu ada tindakan istimewa terhadap lentera Gresik ini oleh pemerintah seperti pematenan atas Damar kurung oleh Gresik sebelum pasar bebas di mulai.

Di lakukannya pemasangan sepasang Damar kurung di tiap-tiap gapura kampung di kota maupun gapure di pedesaan. Karena dengan ini Damar kurung akan lebih terakui dan sebagai identitas kearifan lokal warga Gresik.

Selain itu, Damar kurung lebih mendapatkan perhatian dari media selain berita seperti halnya pada film.
Jangan pernah menyatakan sebuah lampion berbentuk tokoh, benda, buah, maupun lainnya dengan nama Damar Kurung, karena hal tersebut sama halnya dengan penistaan sebuah karya seni”

RINGKASAN
-          Damar kurung merupakan warisan seni rupa Gresik yang berasal dari desa Lumpur. Di perkuat Masmundari yang merupakan Putera Lumpur menyenangi serat babad Sindujoyo (kroman-lumpur).
-          Damar kurung tercipta sebagai penyemangat hidup manusia, yang ditujukan pada anak kecil. Karena anak kecil enggan untuk membaca macapat, maka dari itu dibuatlah seni yang di senangi dan mudah dicerna oleh anak kecil.
-          Lukisan Damar kurung menggunakan gaya 2 dimensi.
-          Bentuk dari Damar Kurung mengadaptasi dari Lentera Jepang, Bukan Lampion China.
-          Setiap tahunnya selalu diadakan Festival Damar Kurung.
-          Mbah Masmundari adalah seorang Maestro Damar Kurung yang saat ini masih di kagumi.
-          damar kurung merupakan jenis lampion dengan lukisan yang indah dengan tema kehidupan serta kebiasaan sehari-hari.
Lukisan damar kurung  berpengaruh pada zaman sunan prapen, sebenarnya merupakan alihan bentuk dari wayang beber. sinar pada damar kurung dengan tujuan dapat menyinari, memotivasi untuk lebih baik pada kehidpuan manusia.
-          Di daerah-daerah Indonesia mulai menggunakan nama Damar kurung terhadap Lampion yang di kembangkan kota tersebut. Hal itu dirasa nama Lampion bukanlah Indonesia, sedangkan nama Damar Kurung sendiri telah terakui sebagai seni Tradisi Lentera Indonesia dari Gresik.

Terima kasih kepada :
-          Seluruh para tokoh masyarakat
-          Seluruh para Nara Sumber
-          Seluruh peserta survey Jaseters
-          Gresikku Japan Jazitiyah Regionalyto
-          Japan Tebakanime
-          Islamku, Islamanmu
-          Seluruh Laik dan Dislaik Gresik iku Jaset!

Gresik, 14 September 2014



Bonus : Kisah Ao Andon Si Hantu Lentera Biru Jepang Dan Aburakago Si Pencuri Minyak

Kisah Ao Andon Si Hantu Lentera Biru Jepang

 Selama periode Edo (Masa diJepang), kegiatan musim panas populer dikalangan aristoktrat adalah untuk mengumpulkan dan menceritakan kisah-kisah hantu, berharap dinginnya takut akan mencegah panas pertengahan musim panas yang intens. Pihak dari hyakumonogatari kaidankai atau sering disebut pertemuan seratus cerita hantu.

Selama pertemuan tersebut, 100 lilin akan dinyalakan dan ditempatkan didalam lentera kertas biru yang biasa disebut Andon, dalam rangka menciptakan suasana mencekam yang cocok untuk mendongeng. Sepanjang malam, para tamu akan bergiliran bercerita semakin menakutkan tentang hantu, setan, iblis, dan hal hal aneh lainnya. Setelah setiap cerita, satu lilin akan padam, sampai akhirnya hanya lilin keseratus yang tetap menyala, dari cahaya biru yang menyala dan semakin redup, akan keluar iblis yang berjuang untuk mengisi ruang gelap.

Menurut takhayul, sebagai lilin terakhir yang padam, hantu nyata akan muncul dari kegelapan untuk menyerang para peserta, yang diciptakan dari keadaan emosi tinggi dan ketakutan para tamu. Hantu ini bernama Ao Andon. 

Ao andon adalah inkarnasi teror manusia, terbentuk dari ketakutan banyak orang. Ketakutan ini mengambil penampilan seorang wanita setan dengan rambut panjang berwarna hitam, kulit biru, gigi hitam, cakar yang tajam, dan tanduk. Biasanya memakai kimono putih atau biru, dan bersinar dengan cahaya biru yang menakutkan. 

Perilaku ao andon muncul pada akhir pertemuan ini, ketika semua lentera telah padam. Ini muncuk dari asap lilin yang terakhir dan menyerang para tamu yang datang. Apa sebenarnya yang dilakukannya adalah sebuah misteri yang belum dapat dipecahkan, apakah itu menyembelih semua peserta diakhir acara atau hanya melompat keluar untuk memberikan satu kejutan terakhir sebelum para tamu pulang dan belum pernah direkam.
 Alasan ini adalah bahwa pada saat cerita Hantu yang ke 99 telah diberitahu, para tamu biasanya terlalu takut untuk menceritakan kisah akhir, dan para pihak biasanya menyimpulkan pada saat itu, sebelum ao-andon bisa muncul. 

Aburakago Si Pencuri Minyak Lampu
Mahluk ini mencul dengan wujud anak kecil yang melayang mengitari lampu untuk mendapatkan minyaknya. Kemunculan nya biasanya disertai denGan satu atau lebih bola api atau biasa dikenal dengan nama Hitodama. Mahluk ini menjilati minyak dari lampu dan membuat minyak lampu tersebut habis dengan cepat.
           Beberapa cerita mengatakan bahwa aburakago adalah manifestasi dari para pencuri minyak , setelah mereka menjadi hantu,kebiasaan mereka terus berlanjut. Berbagai pendapat bermunculan untuk menceritakan asal usul dari mahluk ini, dan apapun pendapatnya yang pasti aburakago adalah mahluk misterius yang mempunyai perilaku aneh.

          Jika anda memiliki lampu minyak, hati hatilah,.. sebab aburakago adalah hantu minyak yang selalu lapar,. Tetapi anda tidak bisa menyalahkan mereka karena menghabiskan persediaan minyak lampu anda yang biasa digunakan untuk menghangatkan badan dan merupakan komoditi berharga di musim dingin. Jika anda memiliki persediaan minyak yang berlebih, berbagilah dengan hantu ini,. Jangan cepat memutuskan untuk membasmi hantu ini.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tambahkan Komentar Via FB